Dilarang Keras Balas Dendam terhadap Market!

| Monday, 17 February 2014 - 13:49 | Reply

Trading ‘balas dendam’ biasanya berpeluang muncul saat Anda terperangkap dalam kondisi emosional yang buruk, misalnya baru saja mengalami loss yang cukup besar atau ada masalah di luar trading yang mengganggu ‘mood’. Sebagai imbasnya, reaksi terhadap pasar pun menjadi sangat agresif, sehingga trading tidak lagi berdasarkan analisa, melainkan menuruti naluri dan insting belaka. Inilah alasan utama mengapa kontrol terhadap emosi sangat diperlukan oleh seorang trader.

Dilarang keras balas dendam terhadap market!

Dilarang keras balas dendam terhadap market!

Memang menjadi emosi karena mengalami kerugian adalah hal yang wajar, namun perlu digarisbawahi, emosi merupakan salah satu ‘musuh besar’ bagi trader forex. Trading ‘balas dendam’ yang tujuan awalnya adalah meraih profit pengganti kerugian, biasanya justru akan mendatangkan kerugian yang lebih besar lagi.

Seringkali trader yang telah mengalami kerugian berpikir bahwa dia harus segera mendapatkan kembali uang yang telah hilang, kemudian mulai meraih profit yang lebih besar lagi. Pemikiran tersebut biasanya akan membuat trader terburu-buru dalam mengambil keputusan yang tidak seharusnya diambil, dan ujung-ujungnya, hanya kerugian lebih besarlah yang didapat, hingga akhirnya mengalami Margin Call. Kondisi ini bahkan nantinya akan membuat Anda berada dalam situasi emosi yang jauh lebih buruk lagi.

Seorang trader perlu untuk bisa menerima kerugian dan mengakui kesalahan. Belajar dari kesalahan dan secara perlahan mendapatkan kembali uang yang hilang dengan langkah yang tepat. Memang proses ini memakan waktu lebih lama, namun hasil yang akan didapat juga tentunya jauh lebih baik.

Tags: , ,

Category: Belajar Forex, Psikologi Trading