
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, berhasil mencapai kesepakatan dalam beberapa poin tuntutannya dalam pembicaraan intensif selama 2 hari akhir pekan lalu di Brussels. Dalam kesepakatan tersebut, Inggris bebas menggunakan Poundsterling dalam perdagangan di Eropa, tanpa diskriminasi. Inggris juga akan mendapat jaminan semua dana yang dikucurkan untuk membantu negara-negara Eurozone akan diganti. Penyedia jasa keuangan Inggris juga akan terlindungi dari regulasi-regulasi Eurozone dan Inggris juga bisa membatasi berapa banyak fasilitas yang akan diberikan pada imigran di Uni Eropa.
Selanjutnya, referendum keanggotanan Uni Eropa akan diadakan pada 23 Juni 2016 dan hasilnya akan menentukan apakah Britania Raya memutuskan untuk keluar atau tidak. Jika tetap bergabung, maka kesepakatan-kesepakatan di atas akan langsung berlaku.