Setelah ECB memutuskan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kini giliran RBA yang dirumorkan juga akan memangkas suku bunga Australia sebesar 25 basis poin, dari 3% menjadi 2,75%. Sejumlah alasan terus diperdebatkan, akankah RBA memangkas suku bunga di sesi Asia besok.
Alasan RBA Perlu Menurunkan Suku Bunga
- Meningkatnya pengangguran menjadi 5,6%, merupakan yang tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir
- Kontraksi di sektor jasa selama bulan April dan lambatnya pertumbuhan di sektor kredit swasta
- Sektor bisnis juga melambat, bahkan merupakan yang terburuk sejak 2009
- Pertumbuhan ekonomi di China, Eropa dan Amerika terus melambat
- Nilai AUD yang terlalu kuat membuat industri di Australia kesulitan
Alasan RBA Tidak Perlu Menurunkan Suku Bunga
- Pemangkasan suku bunga yang telah dilakukan sejauh ini masih memberikan dampak yang cukup baik
- Walaupun tingkat pengangguran terus naik, tapi masih di bawah prediksi RBA
- Angka retail sales menunjukkan peningkatan
- Kepercayaan konsumen meningkat dan penjualan rumah juga sudah lebih baik dibanding tahun lalu, namun masih lambat
Selain pertimbangan di atas, beredar pula rumor-rumor yang belum bisa dipastikan kebenarannya, di antaranya mengenai kabar bahwa George Soros melakukan aksi jual AUD dalam jumlah besar, mengakibatkan melemahnya nilai tukar mata uang tersebut, yang mana tentunya mengindikasikan Soros yakin RBA akan menurunkan suku bunga besok. Namun belum ada konfirmasi mengenai kebenaran rumor tersebut.
Akankah RBA menurunkan suku bunga besok?

One reply on “Akankah RBA Ikut Turunkan Suku Bunga?”
[…] perilisan suku bunga Australia, banyak perdebatan apakah RBA juga akan mengikuti jejak ECB, yakni menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Selain pengumuman suku bunga, tidak ada data ekonomi signifikan yang dirilis hari ini, sehingga […]